Investigasi Proyek Irigasi, Dugaan Pelanggaran Teknis tidak sesuai Spesifikasi.. !  – Lensa Fakta

Purwakarta.Jabar ||

Lensafakta.id,  Proyek bendungan irigasi di desa Mekarjaya kecamatan Kiarapedes Kab Purwakrta, Jawa Barat yang didanai dari APBD  Sebesar Rp. 1.878.616.530 kini menuai sorotan tajam,  CV. RADITIYA PUTRA dengan NO.SPK. 03/SP.SDA/PEN.DI CIPANAS LEUWEUNG/DPUTR./VII/2025. Waktu pelaksanaan. 120(Seratus dua puluh)  Hari Kalender. menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, disinyalir tidak sesuai dengan RAB. Proyek yang seharusnya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, namun muncul dugaan serius adanya pengurangan spesifikasi (spek) dalam pengerjaannya. Praktik ini tak hanya berpengaruh kepada kualitas infrastruktur, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara yang signifikan.

Dugaan adanya potensi kerugian negara telah dikonfirmasi kepada pihak terkait dan dihimpun dari berbagai informasi narasumber. Ada beberapa diantaranya yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.  Salah satunya penggunaan semen dan pasir lempung yang berwarna coklat seperti bercampur tanah dan semen dari salah satu brand yang notabenenya “murah”.Pekerjaan ini juga cenderung dilaksanakan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas.

 

Kamis 14 Agustus 2025. awak media investigasi kelokasi dan bertemu dengan Aris selaku pengawas dari pihak CV. Saat di konfirmasi, Aris pun mengarahkan agar dapat meminta keterangan dari Mumuh selaku pemborong. Saat di komfirmasi via Whatsap, Mumuh mengatakan anggran yang sudah ditentukan. 1. 878.616.530 itu untuk 600 mtr. Lanjutnya, saat ditanya mengenai matrial dan fisik non fisik apakah sesuai RAB atau tidak, ia menjawab, “pekerjaan tergantung kondisional. Ujar mumuh

Hal yang menjadi sorotan lainnya, ditemukan bahwa pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri ( APD ) seperti helem, sarung tangan, dan sepatu boots, yang sebenarnya diwajibkan demi keselamatan pekerja (K3)

Berdasarkan informasi warga dan hasil investigasi di lapangan menungkap beberapa temuan serius, pondasi bangunan digali cuma beberapa CM dan batu nya terkesan *asal nempel”. Campuran semen juga diduga dikurangi, *terlihat hasil adukan nya merah diremas oleh tangan juga pudar”, ujar warga yang menjadi narasumber tersebut.

Kecurigaan ini memunculkan pertanyaan besar tentang sejauh mana pengawasan proyek ini sehingga adanya indikasi pengurangan spesifikasi teknis?

Selain kerugian materil, tentunya ini akan berefek menimbulkan inmateril, dimana efeknya akan hilangnya kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintah serta penggunaan anggaran dari pajak yang selalu mereka bayar..!

(Red/Saepul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *