General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan pentingnya dukungan ini untuk keberlangsungan industri pangan nasional.
“PLN berkomitmen penuh menjaga keandalan pasokan listrik bagi sektor industri strategis seperti PT Indofood Sukses Makmur. Keandalan ini bukan hanya soal menjaga produksi tetap berjalan, tetapi juga memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Kami akan terus memberikan layanan terbaik, mendukung efisiensi operasional, dan mendorong transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Andy Adcha.
Sebagai produsen tepung terbesar di tanah air, PT Indofood Sukses Makmur memasok kebutuhan tepung terigu ke berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera. Keandalan listrik menjadi faktor vital dalam menjaga kelancaran proses produksi, mengingat gangguan tegangan dapat menyebabkan proses restart dan pembersihan mesin yang memakan waktu hingga 1,5 jam, sehingga berpotensi menghambat produktivitas.

Pertemuan antara Manajemen PLN UID Jakarta Raya dengan Manajemen PT Indofood Sukses Makmur.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Marunda, Irvan Hardiansyah, juga menegaskan kesiapannya mendukung kelancaran pasokan listrik untuk industri pangan.
“Kami memahami bahwa setiap detik bagi industri pangan sangat berarti. Oleh karena itu, kami di PLN UP3 Marunda memastikan suplai listrik yang stabil, berkualitas, dan andal. Dukungan ini adalah bentuk kontribusi nyata kami dalam menjaga produktivitas PT Indofood Sukses Makmur dan pada akhirnya menopang pasokan pangan untuk masyarakat Indonesia,” tutur Irvan.
Selain menjaga pasokan listrik, PLN juga mengapresiasi komitmen PT Indofood Sukses Makmur yang telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) sebagai langkah nyata mendukung transisi menuju energi bersih dan pencapaian target net zero emission nasional.
“Melalui kolaborasi ini, PLN bertekad terus mendukung sektor industri untuk meningkatkan efisiensi yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ramah lingkungan,” tutup Andy Adcha.
