Kerja sama tersebut meliputi dua Nota Kesepahaman (MoU), yakni bersama ASLAN Jakarta Data Center dengan rencana kebutuhan daya 174 MVA dan PT Multi Kontrol Nusantara sebesar 400 MVA. Sementara itu, dua Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) ditandatangani bersama PT Jakarta International Expo dengan tambahan daya 5,5 MVA, PT Visi Prima Nusantara sebesar 2×29,9 MVA.

General Manager PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, bersama perwakilan ASLAN Jakarta Datacenter menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) usai penandatanganan kerja sama penyaluran tenaga listrik dengan total rencana daya 174 MVA dalam acara Powering Jakarta’s Future: Accelerating Growth Through Energy Partnership di Ruang Batavia, Kantor PLN UID Jakarta Raya, Jumat (26/6).
Dalam sambutannya, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), M. Fahrur Rozy, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kesiapan PLN dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan bisnis yang menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan kebutuhan energi dengan pertumbuhan investasi, industri, dan transformasi digital Indonesia. Kolaborasi yang kita bangun hari ini merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, sehingga investasi dapat berkembang, lapangan kerja tercipta, dan roda perekonomian bangsa terus bergerak,” ujar Rozy.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan bahwa Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan ekonomi nasional memerlukan sistem kelistrikan yang mampu mengikuti pertumbuhan investasi yang semakin pesat.
“Kepercayaan para pelanggan strategis untuk bermitra dengan PLN menjadi bukti bahwa sistem kelistrikan Jakarta memiliki kapasitas dan keandalan untuk mendukung investasi berskala besar. PLN UID Jakarta Raya berkomitmen menghadirkan layanan yang cepat, andal, dan responsif sehingga setiap investasi dapat berkembang secara optimal, menciptakan multiplier effect bagi perekonomian, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas usaha dan lapangan pekerjaan,” ujar Andy Adcha.
