Bukannya pembenahan internal, diterpa isu tentang potongan dana PIP pihak SDN 1 Cianting malah mensiasati agar para walimurid “berbohong”

Lensafakta.id, Purwakarta |Bukannya melakukan pembenahan saat diterpa isu terkait pemotongan dana PIP sebesar 50rb rupiah persiswa, pihak SDN 1 Cianting malah membuat “akal-akalan” agar mereka bisa beralibi kepada pihak Dinas Pendidikan dengan cara mengundang para walimurid untuk menanda tangani surat pernyataan tidak pernah memberikan apapun kepada pihak sekolah. Hal itu diketahui melalui broadcast undangan melalui pesan WhatsApp dari pihak sekolah kepada para walimurid pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Isi pesan WhatsApp dari pihak sekolah kurang lebih sebagai berikut,

“Assalamu’alaikum… Bapak ibu punten umumkan ke grup kelas masing-masing hari ini semua orangtua dari kelas 1-6 wajib hadir kesekolah dengan membawa MATERAI jam 10 hadir tepat waktu disekolah. Terimakasih atas perhatiannya. Catatan membawa pulpen..”

Keterangan tersebut lebih ditegaskan dengan beberapa pesan tambahan yang isinya sebagai berikut,

“Yah, kita akan mengumpulkan semua orang tua untuk mengisi surat pernyataan bahwa mereka tidak dipungut apapun dan tidak diminta apapun oleh pihak sekolah serta tidak memberikan apapun oleh pihak sekolah Nah surat pernyataan ini diisi semua oleh orang tua wali murid ya nanti sebagai bahan hari Senin akan saya bawa ke dinas pendidikan”.

Dari hasil penelusuran tim media, diketahui 2 orang yang diduga kuat bertanggung jawab atas ini adalah Komite Sekolah “Ustadz” AZ dan perangkat desa inisial G yang memfasilitasi data para siswa yang menerima bantuan dana PIP. Dimana setiap siswa/i dipotong 50rb rupiah dikali jumlah siswa yang berkisar 250 siswa, tak jelas peruntukannya, yang pasti 2 orang diatas adalah orang yang berperan dalam pencairan dana PIP.

Miris, hal seperti masih saja terjadi di dunia pendidikan yang notabenenya merupakan tempat dimana siswa dididik mental, etika serta moralnya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Korupsi bukanlah tentang seberapa besar atau kecilnya, korupsi adalah gambaran bobroknya moral seseorang, terlebih-lebih itu terjadi di lingkungan sekolah, dunia pendidikan yang semestinya mengajarkan tentang rasa tanggung jawab dan moral. Hingga berita ini di rilis tidak ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah. (Rendy)


Dibaca: 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *