Mondar-mandir isi pertalite bersubsidi gunakan motor modifan, SPBU Cimaung Purwakarta tak hiraukan aturan seakan fasilitasi jual BBM bersubsidi ke pengecer..!

Lensafakta.id, Purwakarta || Sudah tak asing lagi disetiap SPBU di masing-masing daerah, BBM bersubsidi menjadi komoditas yang “dibisniskan” kembali untuk meraup keuntungan oknum-oknum yang tidak faham aturan. Padahal, kita ketahui pemerintah mengalokasikan anggaran untuk BBM bersubsidi jelas targetnya merupakan masyarakat menengah ke bawah.

Seperti halnya terjadi pada Pom bensin Cimaung, Purwakarta. Setiap harinya terjadi aktifitas penjualan BBM jenis pertalite bersubsidi dimana modus yang digunakan oleh pembeli /oknum pengecer menggunakan sepeda motor salah satu merk yang tangkinya sudah dimodifikasi agar mendapatkan kapasitas yang lebih besar. Lucunya lagi, untuk mengelabui sistem, si pembeli menggunakan “barcode” saat pengisian BBM, sedangkan kita ketahui sepeda motor tidak menggunakan barcode untun mengisi BBM bersubsidi, jelas ini ada maksud dan tujuan tertentu.

Rabu malam, 3/9/2025, sebuah sepeda motor kedapatan sedang mondar mandir mengisi BBM jenis pertalite di SPBU tersebut, hal yang sama terjadi berkali-kali. Dimana operator SPBU juga sepertinya sudah tau dan ditengarai sudah ada “kongkalikong” dengan oknum pembeli tersebut.

Aktifitas pembelian BBM bersubsidi yang dilakukan oleh para oknum ini merupakan aktifitas ilegal dimata hukum, dimana kedua pihak berpotensi melakukan pelanggaran yang bahkan sampai kepada ranah pidana. SPBU yang melayani pembelian Pertalite menggunakan motor tangki modifikasi dapat melanggar Pasal 53 huruf c UU Migas karena menyalahgunakan pengangkutan BBM bersubsidi dan melanggar ketentuan pengangkutan. Selain itu, pengemudi yang membeli dalam jumlah kecial ataupun besar untuk tujuan penimbunan juga dapat dikenakan pidana berdasarkan Pasal 56 KUHP sebagai pembantu penimbunan atau Pasal 53 huruf c UU Migas karena melanggar ketentuan pengangkutan.

Oleh sebab itu, tindakan tegas harusnya dilakukan oleh pihak terkait, untuk menghindari hal-hal ini terus menerus terjadi, dimana dikhawatirkan peruntukan BBM subsidi yang semestinya untuk rakyat, malah diperjual belikan oleh segelintir oknun untuk meraup keuntungan pribadi. (Red/RRY)


Dibaca: 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *