Pembangunan gedung koperasi merah-putih desa Margaluyu Kiarapedes ditengarai sarat kepentingan

Lensafakta.id, Purwakarta || Pembangunan gedung koperasi merah-putih akhir-akhir ini menuai polemik, khususnya untuk wilayah Purwakarta. Pasalnya, banyak simpang siur informasi yang menuai kontroversi yang terjadi terkait program tersebut, mulai dari swakelola pengerjaan hingga persoalan material, salah satunya di desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Selasa, 23/12/2025.

Perwakilan tokoh masyarakat desa Margaluyu, bang Iful Cengek mengatakan, kuat dugaan kalau pembangunan tersebut sarat akan kepentingan tertentu,

“Itu kan pagunya 1,5 M++ setiap desa harusnya ada musyawarah dulu setingkat desa, berikan dulu penawaran untuk siapa yang kerja, kebijaksanaan dari Kepala Desa semestinya memprioritaskan warga sekitar dulu” ujar bang Ipul menjelaskan.

“Eh.. tiba – tiba sudah diberikan pengerjaannya kepada haji Dudi yang domisilinya justru diluar desa Margaluyu, yakni desa Kiarapedes” imbuh bang Ipul.

“Ini tentunya jadi tanda tanya besar, memangnya warga Margaluyu tidak ada yang berkompeten kah?” sambung bang Ipul Cengek dengan nada gusar.

Bang Ipul juga mengatakan kalau penggunaan bahan material batu belah juga diambil dari Subang yang kualitasnya menurut bang Ipul tidak memenuhi spesifikasi, padahal desa Margaluyu sendiri adalah sumber produksi batu belah yang mana desa-desa lain pun justru membeli bahan material tersebut dari desa Margaluyu.

“Kan aneh, desa lain beli kesini, eh saat pas pembangunan KMP di kita kok malah beli bahan keluar, ada apa?!”

Bang Ipul cengek pun selaku tokoh masyarakat Margaluyu sudah meminta kepada sekretaris panitia KMP, Lutfi, agar hal ini dimusyawarahkan terlebih dahulu namun hingga berita ini diturunkan belum ada respon apapun dari pihak panitia ataupun Kepala Desa Margaluyu, Haji Ence Rosidin.

Lutfi pun sempat beralasan kepada bang Ipul terkait material batu belum bisa masuk dengan dalih jalan masih belum dibuka normal oleh kendaraan roda 4, tapi anehnya selang sehari, tiba-tiba ada pengiriman material batu dari Subang tersebut diatas, jadi hanya sekedar alibi sajakah?

Tentunya hal ini menjadi sorotan bagi warga, disaat setiap desa mengkaryakan warganya sendiri kok bisa desa Margaluyu justru mencari pelaksana pekerjaan dari desa lain tanpa ada penawaran di desa sendiri, hingga bahan material pun sengaja dibeli diluar. Pada akhirnya masyarakat pun banyak yang bertanya-tanya akankan ada kepentingan terselubung apa didalam pembangunan ini? (Red)


Dibaca: 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *