Berita Liga Italia: Inter Milan dan AC Milan akan bertemu di Derby della Madonnina. Meski keduanya menggunakan formasi 3-5-2, tapi strategi di lapangan saling bertolak belakang.
Meski sama dalam formasi, kedua tim telah menempuh perjalanan taktis yang sangat berbeda selama lima tahun terakhir. Filosofi yang digunakan kini justru semakin memisahkan dan mempolarisasi keduanya secara mendalam.
Inter Milan memiliki identitas 3-5-2 yang mapan di bawah Antonio Conte dan Simone Inzaghi. Mereka fokus pada organisasi pertahanan yang kokoh dan serangan balik cepat nan mematikan, tetapi kini telah berubah.
Namun di bawah pelatih Cristian Chivu, Nerazzurri telah menjadi tim yang jauh lebih proaktif dan sangat agresif. Mereka mencoba menaklukkan lawan dengan pressing yang sistematis langsung dari lini depan.
Statistik menunjukkan Inter memiliki Passes Per Defensive Action (PPDA) terendah ketiga di Serie A. Ini membuktikan mereka tim dengan pressing terbaik di Serie A.
Di sisi lain, AC Milan menjalani perjalanan taktis yang bergejolak. Mereka berganti dari 4-2-3-1 Pioli hingga 3-4-3 ala Conceicao untuk menemukan stabilitas di lini belakang mereka yang sempat rapuh.
Kedatangan kembali Max Allegri akhirnya memilih sistem 3-5-2 juga. Prioritas utama Allegri adalah membuat timnya jauh lebih sulit untuk ditembus dan membuat pertahanan lawan tetap solid.
Gaya bermain Milan kini lebih menyerupai ‘bunglon’ yang adaptif. Mereka bisa bertahan lebih rendah seperti 5-4-1 saat tanpa bola. Mereka cenderung lebih pragmatis dan terorganisir di lapangan.
Artikel Tag: Inter Milan, AC Milan
Published by Lensafakta.id at https://lensafakta.id/bola/sama-sama-pakai-formasi-3-5-2-taktik-inter-milan-dan-ac-milan-berlawanan
