Media iklan bergeser dari tinta ke piksel. Di ALLPRINT Expo 2026, Fortu Digital memperkenalkan tiga perangkat tampilan digital beserta sistem manajemen kontennya, dan mengajak pengusaha digital printing bermitra menawarkan teknologi ini ke pasar.

lensafakta.id, JAKARTA — Industri percetakan dan periklanan tengah mengalami pergeseran medium: dari tinta di atas kertas, vinil, dan kain ke piksel di layar. Pergeseran ini menjadi tema keikutsertaan PT Fortu Digital Teknologi (Fortu Digital) dalam ALLPRINT Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7–10 Oktober 2026.
Perusahaan teknologi visual asal Jakarta ini membawa tiga kategori perangkat: digital signage, interactive flat panel (IFP), dan videotron. Ketiganya ditawarkan kepada pengusaha digital printing sebagai lini produk baru melalui skema kemitraan.
Digital Signage: Layar Promosi yang Dikelola dari Jarak Jauh
Digital signage adalah layar LCD komersial yang dirancang untuk menayangkan konten promosi dan informasi dalam waktu lama setiap hari. Berbeda dengan televisi rumahan, perangkat ini umumnya memiliki sistem operasi bawaan, mode orientasi vertikal maupun horizontal, serta dukungan pengelolaan konten dari jarak jauh.
Bentuknya beragam, dari unit berdiri (standing) di lobi dan pintu masuk, unit dinding (wall-mounted) di area kasir, hingga layar di dalam etalase toko.
Interactive Flat Panel: Layar Sentuh untuk Kolaborasi
Interactive flat panel merupakan layar besar dengan teknologi sentuh multi-titik. Pengguna dapat menulis, menggambar, dan menjalankan presentasi langsung di permukaan layar. Perangkat ini umum dipakai di ruang rapat, ruang kelas, dan area layanan yang membutuhkan interaksi.
Videotron: Skala Besar dengan Modul LED
Videotron atau LED display tersusun dari modul-modul LED yang dirangkai menjadi layar berukuran besar. Kerapatan pikselnya dinyatakan dalam pixel pitch — jarak antar-piksel dalam milimeter. Semakin kecil angkanya, misalnya P2,5 atau P1,86, semakin rapat piksel dan semakin dekat jarak pandang idealnya. Karena sifatnya modular, ukuran videotron dapat disesuaikan dengan dinding atau panggung.

“Pengusaha digital printing sudah terbiasa berpikir soal resolusi, ukuran, dan jarak pandang media promosi. Logika yang sama berlaku di layar digital, hanya satuannya berubah dari DPI ke pixel pitch.”
— Jovian Alvin, CEO Fortu Digital
CMS: Pembeda Utama dari Media Cetak
Kekuatan utama media iklan digital ada pada sistem manajemen konten (content management system atau CMS). Melalui CMS, operator dapat menjadwalkan tayangan, mengganti materi promosi, dan mengatur konten di banyak layar dan lokasi dari satu dasbor.
Kemampuan ini yang membuat digital signage dan videotron lebih dinamis dibandingkan media cetak. Promo dapat diganti dalam hitungan menit, tanpa proses cetak dan pemasangan ulang.
Kemitraan untuk Pengusaha Digital Printing
Fortu Digital mengajak pengusaha digital printing bermitra untuk menawarkan solusi iklan digital ini kepada pelaku bisnis di Indonesia. Mitra berperan di sisi penjualan dan relasi klien, sementara Fortu Digital menyediakan perangkat dan dukungan teknis.
“Teknologinya sudah siap dan terbukti di lapangan. Yang kami cari sekarang adalah mitra yang dekat dengan pasar dan ingin melangkah ke teknologi bersama kami.”
— Jovian Alvin, CEO Fortu Digital
Perangkat Fortu Digital telah digunakan di berbagai sektor, antara lain perhotelan (The Westin, Hotel Tentrem, Grand Mercure), kesehatan (RS Mitra Keluarga), serta korporasi (PT PLN, Honda Motors, PT Denso Indonesia).
Tentang ALLPRINT Expo 2026
ALLPRINT Expo 2026 merupakan pameran internasional edisi ke-27 untuk teknologi, peralatan, dan bahan percetakan, yang diselenggarakan Krista Exhibitions. Demo perangkat Fortu Digital dapat dilihat di booth B3L008 di Hall B3 selama pameran.

