Berita Sepak Bola: Perselisihan panjang mengenai penentuan pemenang resmi Piala Afrika 2025 memasuki babak baru pada Kamis (8/10) saat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menggelar sidang banding Senegal di Lausanne, Swiss. Senegal melayangkan tuntutan resmi atas keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut status juara mereka dan menyerahkan gelar tersebut kepada Maroko.
Konflik ini bermula saat Senegal menundukkan tuan rumah Maroko 1-0 lewat babak perpanjangan waktu pada partai final di Rabat. Namun, laga sempat diwarnai aksi protes keras di mana para pemain Senegal berjalan keluar lapangan (walkout) selama 14 menit usai wasit menghadiahkan penalti kontroversial bagi Maroko di penghujung waktu normal.
Meski Maroko gagal mengeksekusi penalti tersebut dan Senegal akhirnya mengunci kemenangan di babak tambahan, CAF dua bulan kemudian secara mengejutkan mengabulkan banding Maroko. CAF menyatakan Senegal kalah forfeited akibat aksi walkout tersebut, sekaligus mengubah hasil pertandingan menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko.
Senegal yang tidak menerima keputusan tersebut langsung mendaftarkan gugatan ke CAS pada Maret lalu. Tim pengacara Senegal diprediksi bakal berargumen bahwa aksi meninggalkan lapangan secara sementara tidak dapat disamakan dengan pengunduran diri permanen dari pertandingan, serta menegaskan bahwa keputusan wasit di lapangan bersifat final.
Di sisi lain, pihak Maroko dan CAF menuntut interpretasi tegas terhadap regulasi turnamen, yang menyatakan bahwa tim yang meninggalkan lapangan tanpa izin wasit harus dianggap kalah dan didiskualifikasi dari kompetisi. Tiga panelis independen CAS kini telah mendengarkan argumen dari seluruh pihak dalam sidang tertutup sebelum menetapkan keputusan akhir.
Artikel Tag: senegal, maroko, piala afrika, piala afrika 2025
Published by Lensafakta.id at https://lensafakta.id/bola/kasus-gelar-juara-piala-afrika-melangkah-ke-sidang-cas-di-lausanne
