SOLOK – TNI Angkatan Darat menunjukkan respons cepat dan terukur dalam menangani dampak bencana banjir bandang dan galodo yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sejak bencana terjadi, Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Pangdam XX/TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada bersama Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.A., langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.
Instruksi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan berbagai sarana pendukung ke lokasi bencana. Sebanyak 60 personel Kodim 0309/Solok dan 90 personel Yonif TP 951/PM diterjunkan guna melaksanakan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material lumpur, batu, dan kayu yang terbawa arus, pembukaan akses jalan yang tertutup, hingga membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung penanganan bencana dan membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak. Sejak hari pertama kejadian, personel gabungan TNI terus bekerja di lapangan bersama Pemerintah Daerah, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat guna mempercepat normalisasi kondisi di sejumlah titik terdampak.
Memasuki hari ketiga pascabencana, Rabu (23/9/2026), Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada bersama Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno turun langsung meninjau lokasi bencana untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan komitmen TNI AD dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.Dalam peninjauan lapangan, Pangdam dan Danrem meninjau sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah, di antaranya kawasan depan Kantor Bupati Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Jorong Kayu Aro, Jorong Koto Gaek, serta kawasan Perumahan Nuansa Griya I. Di lokasi tersebut, keduanya melihat langsung kondisi kerusakan, perkembangan proses pembersihan material banjir, serta kebutuhan mendesak yang masih diperlukan masyarakat.
Selain melakukan peninjauan, TNI AD juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako, mobil dapur lapangan, mobil tangki air bersih, serta berbagai kebutuhan darurat lainnya untuk membantu warga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan aktivitas warga pascabencana.
Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno juga menginstruksikan penambahan 150 personel TNI untuk memperkuat proses penanganan dan percepatan pemulihan wilayah terdampak. Penambahan kekuatan tersebut difokuskan pada pembersihan material banjir, normalisasi akses jalan, bantuan kepada masyarakat, serta dukungan terhadap operasi pencarian korban yang masih berlangsung.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengerahkan personel dan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu proses penanganan bencana, mempercepat pemulihan wilayah terdampak, serta memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi,” tegas Brigjen TNI Aji Mimbarno.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga berkoordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai langkah-langkah lanjutan yang harus dilakukan, termasuk percepatan pembersihan wilayah terdampak serta dukungan terhadap proses pencarian satu orang korban yang hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Sejak Senin hingga Rabu, prajurit TNI terus berjibaku di lapangan membersihkan material lumpur, bebatuan, batang kayu, dan puing-puing yang menutupi badan jalan maupun fasilitas umum. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya membantu mempercepat proses pemulihan, tetapi juga memberikan rasa aman serta dukungan moril bagi warga yang tengah menghadapi dampak bencana.Respons cepat yang ditunjukkan jajaran Korem 032/Wirabraja dan Kodam XX/TIB mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran personel TNI sejak awal kejadian menjadi bukti nyata kepedulian negara dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Danrem menegaskan bahwa Korem 032/Wirabraja akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memaksimalkan seluruh upaya penanggulangan bencana hingga kondisi benar-benar pulih. Langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan juga terus dilakukan mengingat sejumlah wilayah di Sumatera Barat masih berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, TNI AD menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di garis depan dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat. Respons cepat, sinergi lintas sektor, serta kepedulian terhadap warga terdampak menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir untuk rakyat, terutama pada saat masyarakat membutuhkan bantuan dan perlindungan.
(Fajar)
Dibaca: 6

